Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2009

Hari ini, 5 Juni 2009, seluruh dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Menurut sejarahnya, Hari Lingkungan Hidup Sedunia didasarkan pada Konferensi PBB mengenai lingkungan hidup yang diselenggarakan pada 5 Juni 1972 yang diadakan di Stockholm, Swedia. Indonesia ikut terlibat dalam konferensi dengan terlibatnya Prof.Emil Salim yang pada saat itu masih menjabat sebagai Kepala Bappenas.

Hari Lingkungan Hidup tahun ini, seperti juga Hari Bumi, agak luput dari pemberitaan media massa. Padahal, media massa merupakan sebuah alat yang sangat efektif untuk memberikan pemberitahuan kepada masyarakat.  Selain itu, juga memberikan pendidikan lingkungan hidup untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Sayangnya, terlalu banyak kasus yang lebih menjual dibandingkan dengan masalah lingkungan.

United Nations Environment Programme (UNEP) atau Program Lingkungan Hidup PBB mengangkat tema perubahan iklim pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Semboyan yang digunakan adalah UNite to combat climate change.

Masih banyak masalah lingkungan yang terjadi di Indonesia yang membutuhkan perhatian dari seluruh elemen masyarakat, terutama pemerintah. Beberapa masalah lingkungan yang terjadi diantaranya adalah :

  1. Lumpur Lapindo yang tak kunjung selesai.
  2. Kebakaran lahan di Riau yang menyebabkan kabut asap.
  3. Banjir di Surabaya.
  4. Bencana hujan angin di Jakarta.
  5. Hujan es di Jakarta.
  6. dan kasus-kasus lainnya.

Permasalahan lingkungan sebenarnya dapat di atasi dimulai dari diri kita sendiri. Hal-hal kecil yang dapat dilakukan adalah :

  1. mengurangi penggunaan kantong plastik.
  2. penghematan energi, seperti mematikan lampu di siang hari, monitor, TV, dan lain-lain jika tidak digunakan.
  3. menghemat penggunaan air terutama air tanah.
  4. mengurangi penggunaan kertas secara berlebihan.
  5. dan lain-lain.

Masalah lingkungan ternyata memberikan dampak yang sangat besar pada manusia dan spesies lainnya di bumi ini. Perubahan iklim menyebabkan siklus hujan yang tidak menentu serta suhu udara yang cukup ekstrim. Hujan es yang terjadi di daerah tropis pun menjadi suatu pertanda bahwa telah terjadi perubahan terhadap bumi ini. Pembakaran lahan mengakibatkan terbentuknya kabut asap yang berbahaya terhadap kesehatan dan mengganggu aktivitas manusia. Masihkah kita bersikap acuh tak acuh? Apakah semua yang kita lihat dan kita rasakan tidak menggugah kesadaran kita untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup?

SELAMAT HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 2009

Ungkapkan pendapat Anda