Museum Nasional dan Museum Bank Indonesia

20 Agustus 2009 Wawan 3 komentar

Museum Nasional atau Museum Gajah berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat No. 12 Jakarta. Jika bepergian menggunakan busway koridor 1 (Jakarta Kota – Blok M), Museum Nasional tepat berada di depan halte busway Monas. Museum Nasional dibuka dari pukul 08.00 – 16.00 WIB (Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat) dan pukul 08.00 – 17.00 WIB (Sabtu dan Minggu). Dengan harga tiket masuk yang sangat murah, yaitu Rp 750,00 (dewasa) dan Rp 250,00 (anak-anak), kita sudah dapat menjelajahi berbagai koleksi yang terdapat di Museum Nasional.

Menurut sejarahnya, Museum Nasional berawal dari berdirinya himpunan yang bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 24 April 1778. Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG) merupakan lembaga independen yang didirikan untuk tujuan memajukan penetitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang-bidang ilmu biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi dan sejarah, Berta menerbitkan hash penelitian. Lembaga ini mempunyai semboyan “Ten Nutte van het Algemeen” (Untuk Kepentingan Masyarakat Umum). Salah seorang pendiri lembaga ini, yaitu JCM Radermacher, menyumbangkan sebuah rumah miliknya di Jalan Kalibesar, suatu kawasan perdagangan di Jakarta-Kota. Kecuali itu ia juga menyumbangkan sejumlah koleksi benda budaya dan buku yang amat berguna, sumbangan Radermacher inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya museum dan perpustakaan.

Museum ini sangat dikenal di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya penduduk Jakarta. Mereka menyebutnya “Gedung Gajah” atau “Museum Gajah” karena di halaman depan museum terdapat sebuah patung gajah perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang pernah berkunjung ke museum pada tahun 1871. Kadang kala disebut juga “Gedung Arca” karena di dalam gedung memang banyak tersimpan berbagai jenis dan bentuk arca yang berasal dari berbagai periode.

Gedung Museum NasionalGedung Museum Nasional

Museum Nasional terdiri atas dua gedung yaitu gedung lama yang masih merupakan peninggalan Belanda dan gedung baru. Di gedung lama terdapat berbagai jenis arca yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Arca terbesar adalah Arca Bhairawa dari Raja Adityawarman yang ditemukan di Dharmasraya, Sumatera Barat. Selain arca, juga terdapat berbagai kain, peninggalan zaman prasejarah, keramik, dan berbagai ornamen budaya yang terdapat di Indonesia. Pada gedung baru, terdapat berbagai koleksi peninggalan peradaban manusia mulai dari alat pelayaran, persenjataan, angkutan, koleksi emas, koleksi dari negara-negara ASEAN, dan lain-lain.

Arca Bhairawa AdityawarmanArca Bhairawa Adityawarman

Salah satu koleksi Museum NasionalSalah satu koleksi Museum Nasional

Museum Nasional sangat cocok menjadi alternatif liburan. Sayangnya, penjelasan terhadap benda-benda koleksi sangat tidak memadai terutama untuk koleksi arca. Sehingga kita hanya bisa menebak-nebak tanpa mengetahui sejarah benda-benda koleksi tersebut.

Akan tetapi, kondisi berbeda tidak dijumpai pada Museum Bank Indonesia. Museum ini berada di Jalan Pintu Besar Utara No. 3, Jakarta. Berkunjung ke museum ini gratis alias tidak dipungut bayaran. Museum ini buka pada hari Selasa hingga Minggu, sedangkan untuk hari Senin dan hari besar tutup. Pada hari Selasa hingga Kamis, museum ini buka pada pukul 08.00—14.30 WIB, untuk hari Jum’at pada pukul 08.30—11.00 WIB, sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu dari pukul 09.00 hingga pukul 16.00 WIB.

Museum ini menempati gedung tua yang didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 8 April 1828 M dengan luas bangunan sekitar 14.000 meter persegi. Semula, gedung ini merupakan sebuah rumah sakit dengan nama Binnen Hospital, namun kemudian dialihfungsikan menjadi sebuah bank dengan nama De Javasche Bank. Museum ini diresmikan kembali oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 21 Juli 2009.

Uang Logam Pemerintah Republik Indonesia Emisi 1952Uang Logam Pemerintah Republik Indonesia Emisi 1952

Gedung Kantor DJB KotaGedung Kantor DJB Kota

Emas Batangan Museum Bank IndonesiaEmas Batangan Museum Bank Indonesia

Dari beberapa museum yang pernah saya kunjungi, Museum Bank Indonesia merupakan museum yang paling menarik. Setelah mengisi buku tamu dan mengambil tiket kita dapat menjelajahi berbagai koleksi di museum ini. Museum disajikan dengan berbagai peralatan multimedia yang canggih sehingga kunjungan ke museum menjadi sangat menarikdan menjadi daya tarik museum ini. Koleksi-koleksi uang dari mulai zaman kerajaan nusantara hingga sekarang sangat menarik untuk dilihat. Pemandu juga memberikan informasi yang sangat berguna dan sangat menambah wawasan. Saya berharap museum sebagus ini bisa mempertahankan dan meningkatkan kualitasnya di masa depan. Saya pikir museum-museum lain bisa melihat ke Museum Bank Indonesia agar dapat memberikan informasi dan konsep penyajian yang lebih menarik kepada pengunjung. Tidak hanya menampilkan barang-barang tetapi tidak memberikan informasi didalamnya.

Categories: Umum Tag:,

Museum-Museum di Kota Tua Jakarta

22 Juni 2009 Wawan 1 comment

Akhir pekan pada dua minggu ini, saya sedang menikmati jalan-jalan di kota tua Jakarta. Pada minggu sebelumnya rencana jalan-jalan adalah di Museum Bank Mandiri di depan Stasiun Jakarta Kota. Masuk museum ini gratis untuk pelajar, mahasiswa, dan nasabah Bank Mandiri, sedangkan untuk pengunjung umum dikenakan biaya Rp 2.000,00. Museum ini memiliki berbagai koleksi yang berkaitan dengan perbankan mulai dari brankas bank, slip deposito dari zaman ke zaman, mesin tik kuno, sepeda ontel, dan lain-lain

Museum Bank Mandiri

.

Museum Bank Mandiri

Minggu kemaren, saya mengunjungi Museum Sejarah Jakarta atau yang lebih dikenal dengan Museum Fatahillah. Berangkat dengan KRL Bekasi-Jakarta Kota dari Stasiun Kramat kemudian turun di Stasiun Jakarta Kota. Museum Fatahillah berada di sebelah utara Stasiun Jakarta Kota. Dengan berjalan lebih kurang 300 meter, sampailah di museum ini. Pada saat saya datang suasana sangat ramai. Hal ini disebabkan ada pameran dan acara menyambut ulang tahun Kota Jakarta ke-482 sekaligus dimulainya liburan sekolah. Tiket masuk museum ini Rp 2.000,00. Koleksi museum ini cukup banyak yang terdiri dari berbagai barang peninggalan kolonial di daerah Jakarta seperti Patung Hermes, Meriam Si Jagur, dan lain-lain. Bangunan Museum Fatahillah merupakan bekas bangunan kantor Gubernur Jenderal VOC. Sayangnya penataan museum yang tidak terlalu bagus menjadi tidak begitu menarik. Kondisi seperti ini ditambah lagi dengan pengunjung yang buang sampah sembarangan dan tulisan-tulisan jahil yang memberikan kesan kotor pada museum.

Museum Fatahillah

Museum Fatahillah

Di sebelah timur Museum Fatahillah terdapat Museum Seni Rupa dan Keramik yang bangunannya bekas bangunan lembaga peradilan zaman kolonial. Museum ini tidak seramai Museum Fatahillah. Dengan tiket masuk yang sama dengan Museum Fatahillah, saya menjelajahi museum ini. Pada ruangan pajang pertama, kita disuguhi dengan keramik-keramik kuno yang berasal dari kapal-kapal  karam di perairan nusantara. Di ruangan selanjutnya terdapat lukisan-lukisan karya pelukis Indonesia. Di ruangan terakhir sebelum keluar, terdapat keramik-keramik dari berbagai daerah di Indonesia termasuk keramik-keramik peninggalan Kerajaan Majapahit. Dibandingkan dengan Museum Fatahillah, Museum Seni Rupa dan Keramik terlihat lebih bersih dan penataan barang koleksi juga cukup bagus.

Museum Keramik

Rencana jalan-jalan selanjutnya yaitu Museum Nasional, karena saya penasaran dengan arca bhairawa Raja Adityawarman, Sang Raja Kerajaan Minangkabau Pagaruyung.

Categories: Umum Tag:,

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2009

Hari ini, 5 Juni 2009, seluruh dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Menurut sejarahnya, Hari Lingkungan Hidup Sedunia didasarkan pada Konferensi PBB mengenai lingkungan hidup yang diselenggarakan pada 5 Juni 1972 yang diadakan di Stockholm, Swedia. Indonesia ikut terlibat dalam konferensi dengan terlibatnya Prof.Emil Salim yang pada saat itu masih menjabat sebagai Kepala Bappenas.

Hari Lingkungan Hidup tahun ini, seperti juga Hari Bumi, agak luput dari pemberitaan media massa. Padahal, media massa merupakan sebuah alat yang sangat efektif untuk memberikan pemberitahuan kepada masyarakat.  Selain itu, juga memberikan pendidikan lingkungan hidup untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Sayangnya, terlalu banyak kasus yang lebih menjual dibandingkan dengan masalah lingkungan.

United Nations Environment Programme (UNEP) atau Program Lingkungan Hidup PBB mengangkat tema perubahan iklim pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Semboyan yang digunakan adalah UNite to combat climate change.

Masih banyak masalah lingkungan yang terjadi di Indonesia yang membutuhkan perhatian dari seluruh elemen masyarakat, terutama pemerintah. Beberapa masalah lingkungan yang terjadi diantaranya adalah :

  1. Lumpur Lapindo yang tak kunjung selesai.
  2. Kebakaran lahan di Riau yang menyebabkan kabut asap.
  3. Banjir di Surabaya.
  4. Bencana hujan angin di Jakarta.
  5. Hujan es di Jakarta.
  6. dan kasus-kasus lainnya.

Permasalahan lingkungan sebenarnya dapat di atasi dimulai dari diri kita sendiri. Hal-hal kecil yang dapat dilakukan adalah :

  1. mengurangi penggunaan kantong plastik.
  2. penghematan energi, seperti mematikan lampu di siang hari, monitor, TV, dan lain-lain jika tidak digunakan.
  3. menghemat penggunaan air terutama air tanah.
  4. mengurangi penggunaan kertas secara berlebihan.
  5. dan lain-lain.

Masalah lingkungan ternyata memberikan dampak yang sangat besar pada manusia dan spesies lainnya di bumi ini. Perubahan iklim menyebabkan siklus hujan yang tidak menentu serta suhu udara yang cukup ekstrim. Hujan es yang terjadi di daerah tropis pun menjadi suatu pertanda bahwa telah terjadi perubahan terhadap bumi ini. Pembakaran lahan mengakibatkan terbentuknya kabut asap yang berbahaya terhadap kesehatan dan mengganggu aktivitas manusia. Masihkah kita bersikap acuh tak acuh? Apakah semua yang kita lihat dan kita rasakan tidak menggugah kesadaran kita untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup?

SELAMAT HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 2009

Indonesia Hari Ini

Hari ini saya bangun pagi-pagi. Setelah menunaikan kewajiban kepada Yang Diatas, televisi pun dihidupkan. Remote control televisi pun diarahkan ke saluran yang menayangkan berita pagi ini. Sepertinya ada sesuatu yang aneh dengan berita pagi ini. Kemaren seluruh stasiun televisi menayangkan berita tentang bebasnya Manohara dari “cengkraman” Tengku Fachry. Berita ini hampir mengalahkan semua ulasan tentang pemilihan presiden yang menjadi ulasan dalam beberapa minggu terakhir. Berita Manohara pun mengalahkan berita tentang nasib TKI yang tewas akibat tertimpa reruntuhan supermarket di Malaysia. Hari ini, pers Indonesia sepertinya menayangkan tentang kesungguhan keluarga Manohara melakukan pembuktian terhadap tuduhan yang diungkapkan. Bahkan seorang teman yang menonton saluran televisi lain memberi tahu bahwa berita tentang Manohara pagi ini ditambahkan lagu “Tong Kosong” sebagai latar belakang. Saya pikir pers Indonesia hanya semakin lepas kontrol dan semakin tidak mendidik.

Satu yang cukup saya sayangkan adalah  Presiden Republik Indonesia yang memberikan tanggapan terhadap kasus Manohara ini. Apakah tidak ada masalah lain yang lebih penting untuk ditanggapi selain kasus yang seperti ini? Presiden, sejauh ingatan saya, sudah dua kali memberikan tanggapan tentang kasus seperti ini.  Dulu, Presiden juga memberikan tanggapan pada penculikan anak seorang pengusaha. Padahal di masyarakat bawah banyak kasus seperti itu terjadi. Apakah Presiden memberikan tanggapannya? Sepertinya tidak pernah.

Hari ini kasus sedang hangat muncul adalah seorang ibu rumah tangga yang dipenjara karena mengirim email keluhan tentang sebuah rumah sakit yang akhirnya menyebar di berbagai milis. Padahal si ibu mempunyai dua orang balita yang membutuhkan kasih seorang ibu. Bagaimana tanggapan Presiden? Yah, kita tunggu saja.

Categories: Umum Tag:

Forum di Internet

Berdasarkan sejarahnya, internet merupakan suatu jaringan komputer yang pada awalnya dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969. Internet kemudian semakin berkembang hingga saat ini. Kemudahan informasi yang didapat melalui internet, menyebabkannya semakin digandrungi oleh berbagai lapisan.

Saya merasakan dengan keberadaan internet sangat membantu dalam berbagai hal. Seperti kemudahan dalam mencari ilmu pengetahuan, untuk hobi, mengeluarkan pendapat, dan lain sebagainya. Banyak berkas-berkas dan informasi yang di dapat melalui internet.

Akan tetapi, selain digunakan sebagai sebuah peralatan secara positif, internet juga bisa menimbulkan dampak negatif. Internet seperti dua mata pedang. Kedua mata pedang yang tajam tersebut harus hati-hati untuk digunakan agar tidak melukai diri sendiri.

Saat ini semakin banyak forum diskusi yang berkembang di internet. Kebebasan di internet digunakan oleh para penggunanya untuk mengeluarkan pendapat tentang berbagai hal. Saya sendiri juga mengikuti forum. Alasannya untuk mencari informasi, pendapat orang lain terhadap suatu hal, dan juga sekedar penyegaran. Tetapi, semakin banyak pendapat yang cenderung untuk memprovokasi. Contohnya adalah saling menghujat agama, ras, negara, dan lain-lain (SARA). Kebebasan di internet cenderung seperti peribahasa “lempar batu sembunyi tangan”. Hal-hal seperti ini banyak ditemui di forum-forum di internet. Saya berpendapat berdiskusi dengan baik tanpa disertai caci maki. Menghargai pendapat orang tentu lebih baik. 

Sebagai alat, penggunaan internet tergantung pada manusia yang menggunakannya.

Categories: Umum Tag:

Berita oh berita…

30 April 2009 Wawan 1 comment

Sudah beberapa hari ini saya tidak menonton berita di televisi. Salah satu alasannya adalah yang dibahas tidak lebih dari pemilu 2009 dengan koalisinya yang seperti menjual suara rakyat, kasus manohara yang sepertinya jadi urusan negara, dan flu babi. Ternyata berita-berita tersebut terasa semakin memuakkan kecuali tentang flu babi. Bagaimana tentang masalah Situ Gintung seperti hilang ditelan waktu. Banjir bandang di Sumatera Barat pun tak berbekas lagi dan hanya menjadi arsip di media massa. Nasib mereka sepertinya tidak pernah lagi diungkapkan.

Saya sudah lama merasakan bagaimana mudahnya media massa menjadi pencuci otak masyarakat kita. Rata-rata semua media memberitakan kasus yang hampir sama. Kita dijejali oleh masalah yang sama dan kadang-kadang terdapat penggiringan opini publik. Beberapa televisi bahkan menampilkan tayangan berita yang diulang-ulang pada pagi, siang, dan malam.

Media massa sepertinya semakin latah dan banyak memasukkan opini dalam beritanya daripada menyuguhkan berita secara murni. Saya sepertinya cuma bisa bermimpi jika media massa, khususnya televisi, lebih spesifik untuk suatu tayangan saja seperti televisi khusus berita, televisi khusus olahraga, dan sebagainya.

“If you do not hope, you will not find what is beyond your hopes”

Categories: Umum Tag:

Dampak Lingkungan Pemanfaatan Panas Bumi

29 April 2009 Wawan Tinggalkan komentar

Panas bumi merupakan salah satu energi alternatif pengganti energi fosil yang ramah lingkungan. Energi ini dapat digunakan secara langsung maupun tidak langsung. Bentuk-bentuk penggunaan energi panas bumi adalah :

Pemanfaatan langsung

  • Pemanas ruangan (space/district heating)
  • Pemanas rumah kaca (green house heating)
  • Pemanasan tanah pertanian (soil heating)
  • Dan lain-lain.

Pemanfaatan tidak langsung

  • Digunakan untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

 

Dalam pemanfaatan energi panas bumi untuk pembangkit listrik terdapat berbagai dampak terhadap lingkungan akibat kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap eksplorasi dan eksploitasi. Dampak-dampak tersebut di antaranya adalah :

  • Akuisisi lahan
  • Gangguan permukaan (flora, fauna, tanah)
  • Emisi udara
  • Kebisingan
  • Thermal effluents
  • Chemical discharge
  • Limbah padat
  • Penggunaan air
  • Dampak sosial ekonomi

Dampak-dampak yang dihasilkan dari pemanfaatan energi panas bumi sebagai pembangkit listrik dapat diminimalisir dengan manajemen lingkungan yang tepat. Salah satu contohnya adalah melakukan pemantauan dampak-dampak yang ditimbulkan.

Categories: Lingkungan Tag:,

Hari Bumi 22 April

23 April 2009 Wawan Tinggalkan komentar

Hari Bumi (Earth Day) pertama kali dirayakan di Amerika Serikat pada tanggal 22 April 1970. Tanggal 22 April tersebut bertepatan dengan musim semi pada belahan bumi utara (Northern Hemisphere). Aksi ini dilakukan melalui gagasan dari senator Gaylord Nelson. Dia mengungkapkan idenya dengan melakukan kampanye turun ke jalan. Sekitar 20 juta orang ikut serta pada peringatan Hari Bumi pertama ini.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengapresiasi peringatan Hari Bumi. Walaupun PBB sendiri telah mencanangkan Hari Bumi pada 20 Maret sejak tahun 1969 yang berdasarkan posisi matahari berada di atas khatulistiwa. Akan tetapi, tanggal 22 April – lah yang sering diperingati oleh warga dunia sebagai Hari Bumi.

Hari Bumi bertujuan untuk menggugah kesadaran umat manusia akan kelestarian bumi yang mereka tinggali. Apalagi berbagai isu lingkungan seperti perubahan iklim, bencana alam, dan lain-lain seharusnya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Hari Bumi, 22 April 2009, sepertinya kurang dipublikasikan karena media massa sibuk dengan isu pemilu. Presiden pun sepertinya juga dibuat sibuk dengan urusan koalisi partainya. Sehingga, banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang adanya Hari Bumi. Atau mungkinkah kesadaran masyarakat kita terhadap lingkungan memang kurang? Semoga saja tidak.

earthday200911

Selamat Hari Bumi 22 April 2009.


Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_bumi

Foto :

http://www.lacsd.org/images/Departments/Education/EarthDay20091.jpg

Categories: Lingkungan Tag:,

Global Warming atau Global Cooling

23 April 2009 Wawan 7 komentar

Pemanasan global (Global Warming) adalah terjadinya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, lautan, dan daratan di bumi. Peningkatan suhu bumi berkisar pada angka 0,74 ± 0,18 0C. Pada umumnya, penyebab utama terjadinya pemanasan global adalah peningkatan konsentrasi gas-gas rumah kaca (seperti : karbondioksida dan metana) akibat aktivitas manusia. Akan tetapi, masih terdapat beberapa perbedaan pendapat tentang pemanasan global ini.

Beberapa waktu lalu, saya sempat berdiskusi dengan teman yang kuliah di Program Studi Meteorologi. Kami berdiskusi bahwa sebenarnya pada saat yang bersamaan terjadi proses pendinginan global (global cooling). Proses peningkatan suhu secara ekstrim diikuti pula oleh proses pendinginan suhu bumi secara ekstrim. Akan tetapi, karena proses pemanasan lebih dirasakan pengaruhnya oleh manusia menyebabkan pembicaraan lebih kepada pemanasan global. Hal ini semakin terjadi setelah diputarnya film Inconvenient Truth oleh Al Gore.

global_warming_or_global_cooling1


Saya sendiri berpendapat bahwa kedua proses tersebut merupakan sebuah siklus yang terjadi pada kehidupan di bumi baik pemanasan global maupun pendinginan global. Proses ini kemudian dipercepat oleh aktivitas manusia yang melakukan perubahan terhadap lingkungan. Perubahan terhadap lingkungan menyebabkan alam menghasilkan reaksi untuk mencapai titik kesetimbangannya kembali. Saya lebih suka menyebut fenomena tersebut sebagai perubahan iklim (climate change). Itu semua hanya sebuah penamaan saja. Yang pasti, perubahan iklim telah terjadi seperti pergeseran musim, banyaknya terjadi badai, dan fenomena hujan es di daerah khatulistiwa (yang seharusnya terjadi pada daerah lintang tinggi). Apa yang akan kita lakukan? Mulailah dari diri sendiri untuk sadar terhadap lingkungan hidup.

Sumber :

http://rovicky.wordpress.com/2007/12/15/global-warming-ngga-bisa-dicegah/

http://en.wikipedia.org/wiki/Global_cooling

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global

Foto :

http://www.angryconservative.com/home/Portals/0/Blog/GlobalWarming/global_warming_or_global_cooling.jpg


Golput kok haram?

27 Januari 2009 Wawan 1 comment

Pada sidang ijtima MUI di Padang Panjang, MUI mengeluarkan fatwa bahwa Golput itu haram bila masih ada pemimpin yang layak untuk dipilih.
Bagi saya, golput adalah sikap politik. Gimana gak golput. Yang mau dipilih aja gak amanah. Masak mau milih pemimpin yang gak amanah. Masyarakat dibodoh-bodohi dengan berbagai janji kampanye. Setelah terpilih apa yang mereka lakukan buat rakyat. Itu pandangan saya.
Golput kan hak seseorang untuk tidak memilih. Kenapa harus diharamkan. Itu kan masalah perasaan. Saya lebih setuju kalau bentuknya hanya himbauan. Jangan fatwa yang mengharamkan. Kalau seperti itu bisa saja saya beranggapan untuk golput dengan menggunakan alasan tidak ada pemimpin yang baik sesuai dengan pandangan saya. Gak ada masalah kan??
Sepertinya fatwa ini akan menjadi blunder buat MUI. Atau jangan-jangan ini pesanan dari partai politik yang takut tidak ada lagi yang akan memilih mereka. Kalau golput diharamkan dan semua pemilih menggunakan hak pilihnya, menurut saya, tidak ada lagi evaluasi bagi partai politik. Indonesia memang aneh. Seharusnya korupsi juga dharmakan juga. hehehe

Categories: Umum Tag: