Museum Nasional dan Museum Bank Indonesia
Museum Nasional atau Museum Gajah berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat No. 12 Jakarta. Jika bepergian menggunakan busway koridor 1 (Jakarta Kota – Blok M), Museum Nasional tepat berada di depan halte busway Monas. Museum Nasional dibuka dari pukul 08.00 – 16.00 WIB (Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat) dan pukul 08.00 – 17.00 WIB (Sabtu dan Minggu). Dengan harga tiket masuk yang sangat murah, yaitu Rp 750,00 (dewasa) dan Rp 250,00 (anak-anak), kita sudah dapat menjelajahi berbagai koleksi yang terdapat di Museum Nasional.
Gedung Museum Nasional
Menurut sejarahnya, Museum Nasional berawal dari berdirinya himpunan yang bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 24 April 1778. Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG) merupakan lembaga independen yang didirikan untuk tujuan memajukan penetitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang-bidang ilmu biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi dan sejarah, Berta menerbitkan hash penelitian. Lembaga ini mempunyai semboyan “Ten Nutte van het Algemeen” (Untuk Kepentingan Masyarakat Umum). Salah seorang pendiri lembaga ini, yaitu JCM Radermacher, menyumbangkan sebuah rumah miliknya di Jalan Kalibesar, suatu kawasan perdagangan di Jakarta-Kota. Kecuali itu ia juga menyumbangkan sejumlah koleksi benda budaya dan buku yang amat berguna, sumbangan Radermacher inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya museum dan perpustakaan. Read the rest of this entry
Museum-Museum di Kota Tua Jakarta
Akhir pekan pada dua minggu ini, saya sedang menikmati jalan-jalan di kota tua Jakarta. Pada minggu sebelumnya rencana jalan-jalan adalah di Museum Bank Mandiri di depan Stasiun Jakarta Kota. Masuk museum ini gratis untuk pelajar, mahasiswa, dan nasabah Bank Mandiri, sedangkan untuk pengunjung umum dikenakan biaya Rp 2.000,00. Museum ini memiliki berbagai koleksi yang berkaitan dengan perbankan mulai dari brankas bank, slip deposito dari zaman ke zaman, mesin tik kuno, sepeda ontel, dan lain-lain
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2009
Hari ini, 5 Juni 2009, seluruh dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Menurut sejarahnya, Hari Lingkungan Hidup Sedunia didasarkan pada Konferensi PBB mengenai lingkungan hidup yang diselenggarakan pada 5 Juni 1972 yang diadakan di Stockholm, Swedia. Indonesia ikut terlibat dalam konferensi dengan terlibatnya Prof.Emil Salim yang pada saat itu masih menjabat sebagai Kepala Bappenas.
Hari Lingkungan Hidup tahun ini, seperti juga Hari Bumi, agak luput dari pemberitaan media massa. Padahal, media massa merupakan sebuah alat yang sangat efektif untuk memberikan pemberitahuan kepada masyarakat. Selain itu, juga memberikan pendidikan lingkungan hidup untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Sayangnya, terlalu banyak kasus yang lebih menjual dibandingkan dengan masalah lingkungan.
United Nations Environment Programme (UNEP) atau Program Lingkungan Hidup PBB mengangkat tema perubahan iklim pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Semboyan yang digunakan adalah UNite to combat climate change.
Indonesia Hari Ini
Hari ini saya bangun pagi-pagi. Setelah menunaikan kewajiban kepada Yang Diatas, televisi pun dihidupkan. Remote control televisi pun diarahkan ke saluran yang menayangkan berita pagi ini. Sepertinya ada sesuatu yang aneh dengan berita pagi ini. Kemaren seluruh stasiun televisi menayangkan berita tentang bebasnya Manohara dari “cengkraman” Tengku Fachry. Berita ini hampir mengalahkan semua ulasan tentang pemilihan presiden yang menjadi ulasan dalam beberapa minggu terakhir. Berita Manohara pun mengalahkan berita tentang nasib TKI yang tewas akibat tertimpa reruntuhan supermarket di Malaysia. Hari ini, pers Indonesia sepertinya menayangkan tentang kesungguhan keluarga Manohara melakukan pembuktian terhadap tuduhan yang diungkapkan. Bahkan seorang teman yang menonton saluran televisi lain memberi tahu bahwa berita tentang Manohara pagi ini ditambahkan lagu “Tong Kosong” sebagai latar belakang. Saya pikir pers Indonesia hanya semakin lepas kontrol dan semakin tidak mendidik.
Satu yang cukup saya sayangkan adalah Presiden Republik Indonesia yang memberikan tanggapan terhadap kasus Manohara ini. Apakah tidak ada masalah lain yang lebih penting untuk ditanggapi selain kasus yang seperti ini? Presiden, sejauh ingatan saya, sudah dua kali memberikan tanggapan tentang kasus seperti ini. Dulu, Presiden juga memberikan tanggapan pada penculikan anak seorang pengusaha. Padahal di masyarakat bawah banyak kasus seperti itu terjadi. Apakah Presiden memberikan tanggapannya? Sepertinya tidak pernah.
Hari ini kasus sedang hangat muncul adalah seorang ibu rumah tangga yang dipenjara karena mengirim email keluhan tentang sebuah rumah sakit yang akhirnya menyebar di berbagai milis. Padahal si ibu mempunyai dua orang balita yang membutuhkan kasih seorang ibu. Bagaimana tanggapan Presiden? Yah, kita tunggu saja.
Forum di Internet
Berdasarkan sejarahnya, internet merupakan suatu jaringan komputer yang pada awalnya dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969. Internet kemudian semakin berkembang hingga saat ini. Kemudahan informasi yang didapat melalui internet, menyebabkannya semakin digandrungi oleh berbagai lapisan.
Saya merasakan dengan keberadaan internet sangat membantu dalam berbagai hal. Seperti kemudahan dalam mencari ilmu pengetahuan, untuk hobi, mengeluarkan pendapat, dan lain sebagainya. Banyak berkas-berkas dan informasi yang di dapat melalui internet.
Akan tetapi, selain digunakan sebagai sebuah peralatan secara positif, internet juga bisa menimbulkan dampak negatif. Internet seperti dua mata pedang. Kedua mata pedang yang tajam tersebut harus hati-hati untuk digunakan agar tidak melukai diri sendiri.
Saat ini semakin banyak forum diskusi yang berkembang di internet. Kebebasan di internet digunakan oleh para penggunanya untuk mengeluarkan pendapat tentang berbagai hal. Saya sendiri juga mengikuti forum. Alasannya untuk mencari informasi, pendapat orang lain terhadap suatu hal, dan juga sekedar penyegaran. Tetapi, semakin banyak pendapat yang cenderung untuk memprovokasi. Contohnya adalah saling menghujat agama, ras, negara, dan lain-lain (SARA). Kebebasan di internet cenderung seperti peribahasa “lempar batu sembunyi tangan”. Hal-hal seperti ini banyak ditemui di forum-forum di internet. Saya berpendapat berdiskusi dengan baik tanpa disertai caci maki. Menghargai pendapat orang tentu lebih baik.
Sebagai alat, penggunaan internet tergantung pada manusia yang menggunakannya.


